Hindari 4 Cara Mendidik Anak Remaja Zaman ini!
Bagi Anda yang memiliki anak remaja, pastinya Anda sudah sadar bahwa mereka lebih suka menghabiskan waktu bukan dengan keluarga. Sehingga dibutuhkan cara mendidik yang tepat untuk mendampingi proses mereka dalam menuju dewasa. Karena pada kenyataannya hal ini tidak mudah untuk dilakukan, Anda bisa ikut beberapa tips Riliv di bawah ini.
1. Lupa Orang Tua Juga Pernah Puber
Orang tua cenderung protektif ketika buah hatinya masih dalam masa kanak-kanak. Semua keputusan dibuat oleh orang tua demi kebaikan si anak. Tidak boleh main tanah agar tidak kotor, jangan main hujan supaya tidak sakit. Tapi, saat beranjak dewasa anak-anak ini mulai ingin diberi kepercayaan dalam memutuskan sesuatu. Dan orang tua, seringkali melupakan hal ini.
Mungkin Anda akan/sering lupa bahwa sebelum menjadi orang tua, Anda juga tidak suka jika orang tua terlalu ikut campur. Karena itu, jangan takut untuk memberikan kebebasan kepada anak. Biarkan anak belajar mengambil keputusan dan menerima konsekuensi atas jalan yang telah mereka pilih.
Kelak saat dewasa, mereka sudah terlatih untuk bertanggung jawab atas pilihan hidupnya.
2. Mengguri Anak Terlalu Sering
Bukan menggurui, tapi menjadi teman yang baik bagi anak adalah metode parenting yang paling efektif. Khususnya saat memiliki anak remaja. Komunikasi yang baik akan terjalin jika Anda memposisikan diri sebagai teman.
Anak remaja butuh untuk didengarkan dan dipahami. Dengan berempati dan berkomunikasi, mereka akan nyaman untuk bercerita pada orang tua saat ada masalah. Cobalah untuk mencari tahu minat mereka, arahkan pada hal yang positif, baru coba menasehati.
3. Memaksakan Anak Harus sama dengan orang tuanya
Sebagai orang tua, Anda harus ingat bahwa anak bukanlah duplikat dari diri kita. Mereka adalah pribadi yang berbeda. Selama tidak melenceng dari nilai-nilai agama dan keluarga, sebaiknya tidak perlu ambil pusing akan pilihan si anak. Memberi saran atau perspektif orang tua pada sang anak memang boleh, asal tetap menghormati pilihannya.
Alih-alih memusingkan hal kecil, sebaiknya kita waspada terhadap hal-hal yang tidak sejalan dengan nilai agama, keluarga, dan norma hukum, agar anak terhindar dari pengaruh negatif, contohnya penyalahgunaan narkoba.
Selain itu, orang tua harus menjaga kesehatan mental buah hatinya, karena kesehatan mental generasi millenial sama pentingnya dengan kesehatan fisik.
4. Memberikan Contoh Hanya dengan Kata-Kata, Bukan Perbuatan
Salah satu cara kita untuk belajar adalah dengan meniru. Sikap ini terbentuk sejak usia dini sampai dewasa.
Begitu pula dengan cara mendidik anak remaja. Jika ingin anak rajin beribadah, maka lakukan secara rutin dan biarkan mereka melihatnya. Akan lebih mudah mengajak mereka melakukan sesuatu, jika mereka melihat kita melakukannya terlebih dulu.
#tipsparenting
#tipsaprentinganakremaja

Komentar
Posting Komentar